Change Management. By: Mohammad Yasser Fachri.

Kiriman seorang anggota eDakwah, Thalhah Fakhrizal…

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain dan hanya kepada Rabb engkau lah hendaknya kamu berharap.” (QS Al Insyirah [94]: 5-8)

Ada ungkapan yg mengatakan kegagalan adalah sukses yg tertunda. Ungkapan ini baik untuk menjaga semangat. Namun, Al Quran di dalam surat Al Insyirah (Alam Nasyrah) mengungkapkan rahasianya bahwa, beserta kesulitan selalu ada kemudahan. Jadi kesulitan dan kemudahan adalah 2 hal yang selalu paralel. Kalau meminjam istilah lain, mungkin bisa disebut rectoverso, gambar utuh yang terlihat beda jika dilihat dari 2 sisi yg berbeda. Jadi sebenarnya tidak perlu larut dalam kesedihan dengan kegagalan atau pengalaman pahit secara berlebihan jika memahami rahasia ini.

Kita juga perlu tahu rahasia berikutnya yg diungkap di ayat 7 surah ini, yaitu apabila selesai satu urusan lanjutkanlah dengan urusan/pekerjaan lain. Artinya harus terus rajin berkarya, senantiasa dinamis, jangan merasa mapan dan berada di ‘comfort zone’.

Rahasia sukses terakhir di ayat 8, dalam setiap usaha tersebut hanya kepada Rabb semesta alam kita berharap. Jadi, apapun hasilnya tidak perlu kecewa. Hasil adalah kehendak-Nya yg tidak dapat ditolak, sesuai dengan sifatnya Al Jabbar. Segala kesulitan dan pengalaman pahit tidak lain adalah tuntunan Allah agar kita mengalami dan memahami hakekat, untuk memperkaya dan menyehatkan jiwa kita, agar kecerdasan kita tidak sekedar kecerdasan otak kiri dan kanan, tapi kecerdasan otak yg utuh sehingga memahami siapa kita sebenarnya. Agar kita mampu men-switch mindset polar ke singular. Karena kemampuan ini wajib dimiliki manusia yg diberi tugas mengelola bumi dan isinya.

Mungkin ini juga merupakan salah satu aplikasi teori paralel universe di quantum physycs, bahwa kesulitan dan kemudahan berjalan paralel, tinggal lagi terserah kita sebagai makhluk yang memiliki ‘free will’ untuk memilih universe yang mana.

Kalau bicara change management, ayat-ayat ini sangat tepat dijadikan dasar mentransformasi keyakinan, kesadaran ataupun mindset. Sehingga kegagalan bukanlah sukses tertunda, tapi merupakan tahapan meraih sukses, dan sukses-sukses berikutnya sampai ajal menjemput.

Rasulullah mengajarkan sebuah doa, “Ya Allah jadikanlah hatiku ini ridha untuk menerima segala ketetapan-Mu dan berkahilah segala apa yang Engkau takdirkan untukku agar aku tidak ingin mempercepat apa yang Engkau lambatkan bagiku dan aku tidak ingin memperlambat apa yang Engkau cepatkan untukku.” (HR Ibnu Sunni)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: