TENTARA ALLAH. Janji Allah swt. kepada Rasul2-Nya.(SERVANTS OF ALLAH. The Promise of Allah to His Prophets) by Iqraa A.

TENTARA ALLAH. Janji Allah swt. kepada Rasul2-Nya.(SERVANTS OF ALLAH. The Promise of Allah to His Prophets) By Iqraa A.

QS. Ash- Shaffatt, Ayat 171 dan 172. ” Dan Sesungguhnya, telah terdahulu janji Kami terhadap hamba2 Kami yang diutus” ( Ayat 171 ). Sesungguhnya, mereka itu adalah orang2 yang pasti di tolong” ( ayat 172 ).
Dengan ayat2 ini Tuhan memberi pemakluman kepada Rasul2-NYA, Muhammad saw. sebagai pengobat jerih payah beliau berjuang, bahwa sanya bagaimanapun kesusahan, kesukaran dan penderitaan yang dia hadapi, bagaimanapun halangan dan rintangan dari pada kaumnya, namun kemenangan terakhir tetap akan ada pada Muhammad saw. Karena begitulah yang telah ditentukan Allah swt. terlebih dahulu sebelum mengutus seorang Rasul.

” Dan sesungguhnya, tentara kami, merekalah yang pasti menang” ( ayat 173 )
Segala mereka yang berjuang menegakkan jalan Allah di dunia ini, bernamalah Tentara Allah (Soldiers of Allah); kadang2 mereka disebut Jundullah, Hizbullah atau Partai Allah yakni orang yang telah mengorbankan dirinya untuk semata-mata menyampaikan Seruan Allah atau melapangkan jalan Allah di muka bumi ini. Tdaklah dia bernama Tentara Allah kalau bukan kebenaran yang diperjuangkan.

JANJI ALLAH KEPADA MUHAMMAD SAW.
” Senantiasa akan ada suatu golongan dalam ummatku orang2 yang tegak membela kebenaran. Tidaklah mereka akan dapat diperdayakan oleh orang yang menantang mereka, sampai datang saat ditentukan oleh Allah swt. (qiyamat). dan merekalah yang menang” (Sabda Rasullullah saw. yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslimin).
” Diantara orang2 yang zahid, diantaranya ialah orang yang berani melakukan amar ma’ruf nahyi mungkar, dan diantaranya ialah macam ragam mukmin yang lain yang suka dengan jelas mengerjakan yang baik2, corak perjuangan mereka sama yaitu menegakkan jalan Allah dengan gagah berani”.

Kesimpulan dari ayat 171 dan 172 adalah janji Tuhan kepada Rasul2 yang Allah swt. utus; sedang ayat 173 adalah janji kepada orang2 yang menyambung perjuangan Rasul2 itu; yang utama adalah para ulama yang sadar akan tugasnya; sebagaimana sabda Rasul saw. ” Orang2 yang berpengetahuan adalah penerima waris dari Nabi2″ (At-Tarmidzi dan Abu Dawud).
Maka orang yang berpengetahuan adalah bertanggung jawab buat bersedia masuk golongan (Thaaifah)
yang selalu berabi menegakkan kebenaran, walaupun bagaimana perdayaan yang ditimpakan oleh penghambat dan penghalang.
“Maka berpalinglah engkau dari mereka” (174). Maksudnya bahwa Menyuruh Nabi saw. berpaling dari mereka bukanlah berarti meninggalkan mereka buat selama-lamanya. maksud yang terkandung dari kalimat berpaling disini ialah jangan begitu diperdulikan sikap mereka yang menyakiti itu, pandang
seakan-akan tidak ada saja.” Sampai suatu ketika” (ayat 174). Karena segala rencana dari pihak kaum musyrikin itu pastilah akan gagal juga, sebab yang mereka perjuangkan bukanlah barang yang benar, melainkan memperturutkan kata hati karena mempertahankan sesuatu yang salah”, ” dan pandanglah mereka, dan mereka pun akan memandang” (ayat 175). Maksud ayat ini ialah menganjurkan kepada Rasulullah saw. supaya memperhatikan gerak gerik mereka, perkembangan mereka yaitu kaum musyrikin itu. Dalam perintah Tujhan ini terkandung suatu anjuran yang penting, yaitu mengetahui dimana segi kekuatan dan kelemahan lawan. Sehingga mana perhitungan langkah mereka, dimana letak latar belakang mereka. Perhatikan perpecahan yang ada dikalangan mereka, sehingga mana jauh pandangan mereka. Dan mereka pun akan memandang pula. tetapi yang mereka pandang itu bukanlan jalan masuk ke dalam Islam , melainkan jalan untuk menantangnya. Sebab pandangan mereka yang terakhir kelak ialah azab api neraka.
“Maka apakah terhadap azab Kami mereka minta disegerakan ?’ (ayat 176). Dengan congkak dan sombongnya mereka pernah menantang Nabi Muhammad saw. meminta kalau benar ada azab siksaan neraka itu, coba bawa sekarang juga”.
Lalu Tuhan memberi peringatan : ” Maka apabila dirutunkan di halaman mereka”(ayat 176). Yaitu apabila azab yang mereka minta disegerakan itu diturunkan Tuhan dihalaman rumah mereka, atau di lapangan tempat mereka berkumpul , ” Maka akan buruklah pagi hari yang akan dialami oleh orang2 yang diberi peringatan itu” (ayat 177). Kalau permohonan dan tantangan mereka yang congkak itu dikabulkan Tuhan, sehingga dilapangan tempat mereka berkumpul itu sendiri azab turun, semuanya akan kelabakan. Tidak ada yang sanggup bertahan, tidak ada yang sanggup yang melarikan diri ke mana jau pun. Pendeknya pagi hari sehari azab itu datang adalah pagi yang kucar kacir bagi mereka.

Azab itu memang datang juga di peperangan Badr; 70 pemuda dan perajurit Quraisy yang penting sebagai penantang selama ini tewas di sana.

“Dan berpalinglah engkau dari mereka, sampai suatu ketika”(ayat 178). Maka apabila datang tantangan mereka minta agar azab itu diturunkan sekarang juga, jangan engkau naik darah atau murka mendatangkan tantangan tiu; karena apa yang mereka minta akan diberi. Mereka akan meresakannya sendiri kelak.

“Dan pandanglah, dan mereka pun akan memandang” (ayat 179).
Namun Nabi saw. melihat dan memandang sejak dari jauh hari, akibat apa yang akan mereka derita kelak, sedang mereka. kaum musyrikin itu akan melihat sesuatu kehancuran yang dari semula tidak pernah mereka fikirkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: