Rasul Sang Penyabar dan Pemaaf by Mohammad Yasser Fachri. Re-posted by Iqraa A.

Rasul Sang Penyabar dan Pemaaf

Cuplikan kisah Rasulullah dari Buku “MUHAMMAD Saw. on facebook” Hal. 88-90. Fan page dapat dikunjungi di http://www.facebook.com/Muhammadsaw

Ketika Rasulullah berdakwah ke daerah Tha’if, di luar kota Mekah, bukan penerimaan yang Rasulullah terima, melainkan kecaman, penghinaan, dan lemparan batu. Rasulullah mencoba untuk berlindung di sebuah kebun. Ketika beliau masuk ke kebun itu, kerumunan orang yang menentangnya bubar. Rasulullah mengikatkan untanya pada sebatang pohon kurma, lalu berteduh di bawah pohon anggur, dan duduk di bawah bayangannya. Rasulullah bermunajat kepada Allah:

“Ya Allah, kepada-Mu aku mengadukan kelemahanku, ketidakberdayaanku, dan penghinaan yang kuterima dari manusia. Wahai yang Maha Pengasih di antara semua yang mengasihi. Kepada siapakah Engkau hendak menyerahkan diriku? Kepada orang asing yang menyambutku dengan wajah masam atau kepada musuh yang mengalahkanku? Selama Engkau tidak murka kepadaku, aku tidak peduli. Perlindungan-Mu sungguh amat luas bagiku. Aku berlindung kepada cahaya wajah-Mu yang menyinari kegelapan dan menentukan kebaikan
urusan dunia dan akhirat. Aku berlindung dari murka-Mu dan senantiasa memohon kepada-Mu karena aku sadar tidak ada daya dan kekuatan melainkan dari-Mu semata.”

Tidak berapa lama malaikat datang menghadap Nabi dan berkata, “Ya Rasulullah, aku adalah malaikat pembawa mandat. Dahulu kaum Tsamud telah kuhancurkan, demikian juga kaum ‘Ad dan kaum Nuh yang lebih dahulu. Aku juga yang mendapat mandat untuk menjungkirbalikkan negeri Luth dan penduduk Aikah. Semua atas perintah Allah. Hari ini aku membawa mandat dari Allah untuk menghancurkan Bani Tsaqif di bumi Tha’if ini. Katakan kepadaku, apa yang harus kulakukan?” Rasulullah Saw. terdiam sebentar dan menjawab, “Katakan pada Allah, tidak semua itu untuk mereka. Mereka melakukan kekejian dan peng- hinaan terhadapku karena mereka belum mengerti risalah yang kubawa.”

Rasulullah Saw. kembali ke kota Mekah. Selang beberapa hari kemudian, di dekat Ka’bah, tempat Rasulullah ketika itu bermalam, Jibril datang dan berkata, “Ya Muhammad, aku datang membawa mandat dari Allah untuk menjemput dan membawamu ke Masjid al Aqsa untuk bertemu dengan para Rasul Allah; dan ke Sidratil Muntaha, tempat Allah bersemayam. Ini adalah penghormatan bagimu. Belum pernah seorang pun dari hamba-Nya mendapatkan penghormatan semacam ini.”

Allâhumma shalli ‘alâ Muhammad….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: