Keutamaan Hari Arafah by Mohammad Yasser Fachri. Re-posted by Iqraa A.

Keutamaan Hari Arafah

Dalam suatu kesempatan Rasulullah saw menyampaikan di hadapan sahabat-sahabatnya, “Tidak ada hari-hari yang paling dicintai oleh Allah untuk beramal shaleh kecuali sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah ini.” Salah seorang sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, tidak dengan jihad di jalan Allah?” Nabi menjawab, “Tidak pula dengan jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berjuang dengan jiwa dan hartanya, meski semua itu tidak akan kembali.” (HR Bukhari, Abu Daud, At Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Rasulullah saw juga menyampaikan, “Tidak ada hari dimana Allah paling banyak membebaskan hamba-Nya dari neraka selain hari Arafah (9 Dzulhijjah). Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mendekat kepada mereka yang hadir di Arafah pada hari itu, kemudian membanggakan mereka kepada para malaikat-Nya sembari berkata, ‘Apa yang diinginkan oleh hamba-Ku akan aku perkenankan.’” (HR Muslim)

Dalam Kesempatan lain, Rasulullah saw menyampaikan, “Puasa pada hari arafah (bagi siapa yang tidak hadir di Arafah) yang diniatkan untuk mendapatkan keridhaan Allah akan menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.” (HR Muslim)

Nabi melarang puasa arafah bagi orang yang hadir di arafah pada hari itu (HR Bukhari, Abu Daud dan Ibnu Majah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: