Renungan Ayat by Kang Ackmanz. Re-posted by Iqraa A.

Kenapa Susah Amat Seeehh….!!!! (Bagi Yang Malas Belajar Agama)

Renungan Ayat

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالإِنسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لاَّ يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لاَّ يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لاَّ يَسْمَعُونَ بِهَا أُوْلَئِكَ كَالأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُوْلَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. “(QS. Al-A’raaf: 179).

فَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِن تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ

”Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.” (QS. Al-Hajj: 46).

Disebut Gagap Islam (GAPIS) Nggak Malu…Tapi Malu Kalo Disebut Gaptek…!!
Sejak kecil sampai sekarang ini berbagai macam ilmu pengetahuan umum telah kita kuasai. Dari bahasa Inggris meskipun pasif misalnya, matematika, biologi, pelajaran bahasa Indonesia dll. Bahkan terknologi masa kinipun hampir semua generasi muda, generasi tuapun mengetahuinya. Dari computer misalnya , laptop, surfing di internet dllTerkadang kita malu mengatakan “tidak tahu” jika seseorang bertanya:

“ Kamu tahu nggak cara pake adobe photoshop, corel draw, adobe premiere,? Meskipun kenyataanya tidak bisa.
Mana ada sekarang orang yang tidak tahu surfing, browsing di Internet, anak-anak SD aja dah kenal betul cara kerja computer bahkan mengenal dengan baik hardware nya.
Kamu bisa bahasa Inggris nggak?” Bisa,.. walaupun bahasa inggrisnya blepotan, dan malu ketika bilang nggak bisa!
“Kamu ada FB nggak?,” Ada tuh.. meskipun FB saja nggak tahu singkatan dari apa, tetap saja bilang tahu karena malu kalau bilang nggak ada.
Tapi kenapa susah sekali mencari tahu tentang pengetahuan Islam standar yang merupakan pakaian kita sehari-hari? Merupakan bagian dari hidup kita yang tidak terpisahkan! Pengetahuan yang akan mengenalkan kita pada apa arti hidup? Kemana arah kita berjalan? Kemana tujuan dari sandiwara dunia ini? Pengetahuan yang akan memuluskan perjalanan kita sampai akhirat kelak?
Kita malu disebut Gaptek (gagap teknologi), walaupun tidak ada yang akan mentertawakan kita! Tapi kalau kita GAPIS, gagap Islam, tidak tahu sama sekali keilmuan Islam standar,kita tidak malu!!
Apa kita pikir Allah tidak akan mengutuk kita??

Kaki Berat Melangkah Mencari Ilmu Islam…
Sering dan bahkan setiap saat kita mendengar bahwa mencari ilmu Islam itu wajib, pergi ke pengajian itu wajib, datang ke Majelis ilmu wajib. Bahkan dalam hadist-hadist itu disebutkan orang yang mencari ilmu akan dimudahkan masuk Surga Allah.
Ya Ustadz, bukan begitu, cuman yang ceramah nya kagak enak di dengarnya?? Loh bro!! kita tidak pernah komplain kalau guru matematika kita di SMP atau di SMA nggak enak neranginya, Killer lagi. Tapi tetap saja kita tiap hati masuk kelas. Kenapa harus ada Mualim/ustadz yang sesuai dengan keinginan kita?? Kalau nggak enak dijelasinnya berarti nggak pernah datang donk ke pengajiannya???
Wah bukan gitu..soalnya tempat ngajinya jauh bangeth…ok anda kuliah di mana? di Leiden University ustadz….loh pergi ribuan kilometer bisa kok cuman 5 km saja nggak bisa??
Aduh maaf yah,… pas ada pengajiannya pas aqu ke kondangan??? Coba kita lihat beberapa hadist tentang orang yang mencari ilmu agana:

“Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan membuatnya paham dalam agamanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ayo kita lihat dengan kaidah Mafhum Mukhalafah (pengertian dalil dengan cara dibalik):

Kalau nggak belajar agama berarti nggak dapat kebaikan kan?? Kalau tidak dapat kebaikan berarti apa?? Nggak ada apa-apa?? Ok-ok aja??? Uupppss keliru…kalau tidak dapat kebaikan berarti nelangsa hidup, hidup penuh kepahitan…
Coba perhatikan ayat-ayat Qur’an diatas, bagaimana kecaman Allah yang tidak mau mendengar ayat-ayat Allah alias tidak mau mencari ilmu, acuh, cuek atau masa bodoh. Apa Allah akan murka kalau kita kagak pergi ke kondangan???
Ternyata mencari ilmu Islam itu bukan soal, “ Yah nanti yah kalo ada waktu, ntar liat jadwal dulu dech yah, gimana nanti aja dech, waduh waktunya nggak tepat nih… wah aqu sibuk bangeth…dll….tapi masalahnya kecil saja..” Apa kita mau tidak??? Itu saja karena kalau sudah niat ada dan kuat, apalagi kalau melihat…MURKA ALLAH. Pasti apapun datang…mau hujan, mau panas, mau jauh, mau sibuk dll

Ayo Kita Mulai Di Tahu Baru Ini..Belajar Fikih & Tafsir
Nah …Alhamdulilah, ada pengajian di Jakarta Barat (mohon Maaf..hanya di Jakarta Barat saja, bukan di Jak-Sel, bukan di Surabaya dll), ada yang ngundang, ada yang ngajak mencari ilmu, ada yang sudah meluangkan waktu…hanya tinggal datang saja….gratis lagi. Coba lihat di wall-wall di page ini gimana caranya…

Ya Allah jadikan kami hamba yang selalu bersyukur, taat dan soleh. Dan jadikan ketiganya ada pada diri diri kami dengan perantara ilmu yang kami cari dengan penuh kesulitan. Sesungguhnya janji Mu, Ya Allah pasti benar….Amiiin

Kang Ackmanz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: