Nuzulul Quran by Mohammad Yasser Fachri. Re-posted by Iqraa A.

Nuzulul Quran.

Seorang sahabat bertanya, “Bukankah permulaan Al Quran diturunkan pada malam Laitul Qadr dan bukan pada malam 17 Ramadhan yang kita peringati sebagai Nuzulul Quran?”

Hamba itu menjawab dari apa yang ia ketahui:
Bagi sebahagian ulama yang menyatakan bahwa Al Quran diturunkan pada 17 ramadhan adalah berdasar kepada sebuah ayat di dalam Al Quran:

“…Jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Al furqan, yaitu hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS Al Anfaal [8]:41)

Ayat diatas turun berkenaan dengan perang Badr yang terjadi pada 17 Ramadhan. Oleh sebahagian kecil ulama hari Al Furqan diatas diartikan sebagai hari turunnya Al Quran. Pendapat ini tidak didukung oleh mayoritas ulama karena Al Furqan tidak harus diartikan sebagai Al Quran. Arti kata Furqan yang sebenarnya adalah pemisah antara kebathilan dan kebenaran. Perang Badr merupakan perang terbuka pertama antara umat islam dengan kaum musyirikin Mekah yang jelas merupakan perang yang tidak seimbang dimana pengikut Rasulullah saw hanya berjumlah sekitar 300 pasukan sedangkan pihak musyirikin Mekah berjumlah lebih dari 1000 pasukan. Walaupun demikian perang ini dimenangkan dengan gilang gemilang oleh kaum muslimin karena Allah ‘Azza wa Jalla ingin membuktikan janji-Nya bahwa setiap kebathilan itu pasti akan lenyap dan kebenaran pasti akan menguasai kehidupan para hamba-Nya (QS Al Isra [17]:81). Kalimat ‘kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami’ Pada ayat diatas dapat diartikan bahwa Allah menurunkan bala bantuan berupa seribu malaikat. Hal ini dijelaskan Allah pada bahagian lain dari QS Al Anfaal.

“(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankannya bagimu: ‘Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut’” (QS Al Anfaal [8]:9)

Jadi dari dalil dan kenyataan yang ada, sangat sulit untuk menyatakan bahwa Al Quran pertama kali diturunkan pada malam 17 Ramadhan. Pemahaman yang selama ini sudah melekat pada benak kita dan menjadi tradisi bagi kita untuk memperingatinya.

Jadi kapankah Al Quran pertama kali diturunkan?

“Sesungguhnya Kami telah menurukannya (Al Quran) pada malam al Qadar (kemuliaan)” (QS Al Qadr [97]:1)

Allah menjelaskan pada ayat diatas bahwa permulaan QS Al Alaq (5 ayat pertama) diturunkan pada malam Qadar. Bukanlah sebuah kebetulan bahwa QS Al Alaq [96] ditempatkan sebelum QS Al Qadr [97] untuk menjelaskan bahwa akhiran ‘nya’ pada kalimat ‘Sesungguhnya Kami telah menurunkannya’ adalah merujuk pada 5 ayat pertama QS Al Alaq.

Demikian juga perintah Rasulullah saw untuk menjaga sepuluh malam terakhir dalam bulan ramadhan adalah agar kita memperoleh kemuliaan pada malam itu yang lebih baik dari 1000 bulan (QS Al Qadr [97]:3). Hal ini menjadi bukti begitu mulianya malam Qadar itu.

“Nantikanlah bagi kalian malam Qadar pada sepuluh malam terakhir ramadhan.” (HR Muslim)

Dalam sebuah riwayat lain yang besumber dari ‘Aisyah rha, Rasulullah saw pada sepuluh malam terakhir ramadhan beriktikaf di masjid dan membangunkan keluarganya untuk beribadah kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Sudah selayaknya bagi kita untuk meraihnya dengan menghidupkan malam-malamnya dengan jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: