Mushibah by Mohammad Yasser Fachri. Re-posted by Iqraa A.

Mushibah

“Tiada satu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. Supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu bergembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS Al Hadiid [57]:22-23)

Seorang teman mengirimkan pesan dari Padang. Dimana saat ini terjadi mushibah yang sangat memilukan. Ia menyampaikan, betapa ia sangat marah dan kecewa membaca setiap pesan di wall atau notes di facebook. Sebahagian besar pesan itu seolah-olah menghakimi mereka yang seharusnya mendapat siraman kekuatan dan kesabaran dari saudara-saudaranya yang lain. Hal ini juga membuat salah seorang puteranya yang masih berusia 10 tahun berkata, “Kenapa Allah melakukan hal yang kejam kepada kita?” Bukankah kita sholat, puasa dan selalu bersedeqah?” Pesan-pesan baik di wall dan notes Facebook itu lengkap dengan ayat-ayat Al Quran yang seolah-olah membenarkan bahwa semua yang terjadi adalah karena kedzaliman mereka yang saat ini terkena mushibah. Ayat-ayat Quran disampaikan secara gamblang dan Allah ‘Azza wa Jalla telah menetapkan azab-Nya Yang Maha Dahsyat.

Seorang teman di Jakarta juga mengirimkan pesan sms pada Jumat yang lalu. Pesan itu tertulis, “Gempa di Padang jam 17.16, gempa susulan 17.58, esoknya gempa di Jambi jam 8.52. Coba lihat Al-Qur’an!” Ketiga waktu itu merujuk pada Al Quran QS Al Isra [17]:16, QS Al Isra [17]:58 dan QS Al Anfaal [8]:52. Ketiga ayat suci itu menjelaskan azab Allah kepada orang-orang yang durhaka dan jelas kafir.

Hamba itu hanya terdiam. Ia sangat mengerti perasaan temannya di Padang itu. Walaupun keluarganya tidak ada yang menjadi korban, tapi hatinya pilu dan membutuhkan dorongan semangat agar dapat bangkit dan merajut kehidupannya yang harus dimulainya dari nol kembali. Tempat usahanya hancur dan kerugian yang ia alami amat menyesakkan dada.

Dalam ketiga ayat yang disampaikan pesan sms tadi, hamba itu hanya bertanya dalam hati, benarkah ayat-ayat Allah itu ditujukan kepada mereka? Kenapa Allah tidak mengazab negeri-negeri lain yang jelas-jelas kafir dan sebahagian besar penduduknya nyata-nyata dzalim? Bukankah saudara-saudara kita di Sumatera Barat dan Jambi yang saat ini terkenan mushibah itu adalah saudara-saudara kita seiman dan sebahagian besar dari mereka juga menyakini akan Allah SWT dan Rasul-Nya yang mulia, Muhammad saw. Pantaskah kita menghakimi mereka? Pantaskah kita menyamakan mereka dengan para kafir quraish, firaun atau kaum Nabi-Nabi yang terdahulu? Para pendurhaka yang menyembah berhala dan membangkang terhadap perintah Allah? Dimana letak Ukhwah Islamiyah yang selama ini kita dengung-dengungkan? Apakah pantas bagi kita untuk membuat suatu analisa ataupun tulisan-tulisan yang seolah-olah kita lah yang paling ‘alim dan mengerti akan ayat-ayat Allah dengan mengabaikan perasaan saudara-saudara kita yang terkena mushibah tersebut? Dan yang amat mengenaskan adalah kitapun memberi sumbangan kepada salah satu dari begitu banyak lembaga atau yayasan yang menangani bantuan bagi korban gempa yang akan menyalurkannya kepada saudara-saudara kita tersebut tapi disisi lain kita lukai perasaan mereka dengan tulisan-tulisan kita dan kata-kata kita. Tidakkah kita ingat akan pesan dari Allah ‘Azza wa Jalla di dalam Al Quran?

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian…” (QS Al Baqarah [2]:264)

Allah jua lah Yang Maha Mengetahui hikmah dari mushibah ini. Dan kita tidak akan pernah mengerti sampai satu saat dimasa depan, Allah akan menunjukkannya kepada kita. Saat ini yang dibutuhkan saudara-saudara kita adalah pertolongan; membesarkan jiwa dan semangat mereka kembali serta doa agar Allah memberi kesabaran kepada mereka yang telah kehilangan jiwa maupun hartanya sesuai dengan tuntunan Allah dalam QS Al ‘Ashr, “Saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran.” Janganlah kita seolah-olah menghakimi mereka dan membawa ayat-ayat Allah yang mulia untuk menjelaskannya.

Ayat-ayat dalam QS Al Hadiid di atas sungguh sangat tepat dalam menjelaskan arti sebuah mushibah. Kata ‘Mushibah’ sebenarnya mencakup segala sesuatu yang terjadi, baik positif maupun negatif, baik anugerah maupun bencana. Tapi bagi kita, kata mushibah lebih populer diartikan sebagai sebuah bencana. Ayat-ayat QS Al Hadiid di atas juga lebih dapat menjelaskan apa yang saat ini menimpa saudara-saudara kita baik di Sumatera Barat maupun di Jambi. Sebuah bentuk ujian yang Allah SWT telah tetapkan jauh sebelum bumi dan kita manusia Dia ciptakan. Ayat pada QS Al hadiid diatas lebih dapat menetramkan (paling tidak untuk saat ini) bagi saudara-saudara kita daripada dua ayat pada QS Al Isra dan satu ayat pada QS Al Anfaal yang lebih ditujukan kepada para pendurhaka dan pembangkang terhadap perintah Allah SWT.

Ketika hamba itu mengirim pesan kepada temannya di Padang dengan ayat-ayat QS Al Hadiid diatas, temannya di Padang membalasnya. “Subhanallah, inilah ayat-ayat yang menentramkan hati saya, istri dan anak-anak saya. Sungguh Allah Maha Menetapkan.”

Rasulullah saw bersabda, “Apabila Allah menciptakan makhluk, Allah ‘Azza wa Jalla menulis di sebuah kitab (Lauh Mahfuzh), yang mana kitab itu berada disisi-Nya di atas ‘arsy yang agung. Hal ini disaksikan oleh para malaikat-Nya. Allah ‘Azza wa Jalla berkata, “Saksikan para malaikat-Ku, Kutuliskan bahwa: Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku.” (Mutafaqun Alaihi)

(M. Fachri)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: