Doa Seorang Hamba by Mohammad Yasser Fachri. Reposted by Iqraa A.

Doa Seorang Hamba

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya dalam tiga puluh bulan, sehingga apabila ia telah dewasa dan umurnya telah sampai empat puluh tahun ia berdoa…Ya Rabb ku, tunjukillah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua ibu bapak ku dan supaya aku dapat berbuat amal shaleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku yang akan mengalir sampai ke anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk hamba Engkau yang berserah diri.” (QS Al Ahqaaf [46]:15)

Sebuah doa yang diabadikan oleh Allah ‘Azza wa Jalla dalam kitab yang mulia. Sebuah doa dari seorang hamba-Nya yang bernama Abu Bakr ra. Sahabat utusan-Nya yang mulia dalam suka dan duka. Sampai-sampai Rasulullah pernah bersabda, “Jika aku diminta Allah untuk memilih teman sejati kelak di surga, aku memilih Abu Bakr.” (HR Bukhari)

Dalam beberapa riwayat disampaikan, Abu Bakr berbeda 2 tahun lebih muda dengan Rasulullah saw. Abu Bakr ra adalah sahabatnya yang pertama masuk islam. Dan Abu Bakr pula yang selalu setia mendampingi Nabi terutama dalam persitiwa hijrah ke Madinah dan selalu membenarkan apa yang disampaikan oleh Rasulullah saw terutama dalam peristiwa ‘Isra dan Miraj.

Doa ini adalah doa yang dimohonkan oleh Abu Bakr ketika ia berusia 40 tahun. Peristiwa ini terjadi setelah melihat sendiri bahwa kedua orangtuanya dan seluruh saudara-saudara kandungnya memeluk agama islam 2 tahun setelah Rasulullah diangkat menjadi Rasul. Sungguh hal ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Abu Bakr ra yang jika dibandingkan dengan Rasulullah saw sendiri, kedua orang tua nabi tidak sempat memeluk agama islam.

Jika hal ini dibandingkan dengan keadaan kita sekarang, kebanyakan dari kita terlahir dari orangtua muslim, demikian juga dengan lingkungan keluarga kita, saudara-saudara kita dan kerabat kita seluruhnya. Adalah sebuah nikmat yang besar dari Allah ‘Azza wa Jalla bahwa kita telah terlahir ataupun Dia berikan petunjuk untuk memeluk sebuah agama yang agung yang Dia ridhai satu-satunya di muka bumi ini yaitu Islam. Tidak pantaskah kita bersyukur?

Sungguh yang termahal dalam hidup ini adalah hidayah Allah untuk menetapi jalan-Nya yang lurus. Sebuah kado yang teramat istimewa bagi kita ditengah begitu banyak kegelapan ditengah hamba-hamba-Nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: