Cerita Kecil Tentang Kehidupan by Mohammed Yasser Fachri. Re-posted by Iqraa A.

Cerita Kecil Tentang Kehidupan

Untuk seorang yang terkasih dihari kelahirannya…

Ibnu Abbas ra pernah berkata kepada sahabatnya Atha’ bin Abi Rabah ra, “Maukah engkau aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?” “Tentu” Jawab Atha. Ibnu Abbas ra berkata: “Pada zaman Rasulullah, ada seorang wanita kulit hitam bernama Sa’irah Al-Asadiyah datang kepada Nabi dan berkata, ‘Sesungguhnya aku terkena penyakit ayan (epilepsy). Maukah Engkau ya Rasulullah mendoakan untuk kesembuhanku?’ Rasulullah saw bersabda: ‘Jika engkau mau bersabar atas penyakitmu, itu lebih baik bagimu dan surga akan menantimu kelak. Namun, jika engkau ingin sembuh, aku akan berdoa kepada Allah agar Allah, ‘Azza wa Jalla menyembuhkanmu.’ Sa’irah berkata: ‘Ya Rasulullah, aku memilih untuk bersabar, aku mohon Engkau berdoa kepada Allah agar ketika aku kambuh, auratku tidak tersingkap.’ Lalu Rasulullah mendoakannya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Tiada yang meragukan doa Rasulullah saw. Sebagai salah satu mukjizat dari Nabi, Allah ‘Azza wa Jalla pasti mengabulkannya. Tapi Sa’irah memilih untuk sabar. Disaat ia dihadapkan pada dua pilihan yang baik, Ia memilih yang paling baik dengan hati yang bersih. Sebuah cerminan hidup bagi kita saat ini dimana sebuah keputusan tidaklah lagi didasarkan pada hati nurani. Hati nurani kita telah tergerus oleh kepentingan penampilan daripada sebuah ‘inner beauty’ yang menyebarkan keindahan.

Hari-hari telah lama kita jalani, tapi belum cukup untuk merangkai sebuah perjalanan hidup. Keindahan di dalam suka dan duka, sedih dan gelisah selalu hinggap dan pergi. Itu tidak pernah menjadi masalah. Tapi satu hal yang selalu menjadi kebahagian bagiku disaat jauh ditengah malam engkau telah bangun mendahuluiku untuk bersujud kepada Yang Maha Hidup dan terkadang kulihat engkau membaca kitab yang mulia dengan sebuah mukena putih yang bercahaya. Itulah yang selalu membuatku tersenyum dan bersyukur kepada Illahi Rabbi atas apa yang telah Dia amanahkan kepadaku. Sebuah kebahagian yang tak pernah akan bisa tergantikan oleh apapun sampai sisa hidup ini menjelang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: