YAKIN AKAN KEKEUASAAN ALLAH by Mohammad Yasser Fachri. Re-posted by Iqraa A.

Yakin Akan Kekuasaan Allah

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, maka bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Rabb nya mereka bertawakkal” (QS Al Anfaal [8]:2)

Manusia dalam kehidupannya selalu melupakan jati diri nya. Darimana ia berasal dan kepada apa ia akan kembali. Kehidupan dunia yang bertumpu pada kesenangan materi dan kekuasaan yang semu (hedonis) telah melumpuhkan akal dan hatinya. Akalnya selalu berpedoman kepada bagaimana memperoleh keuntungan materi agar dapat hidup berkecukupan dan memperoleh kesenangan. Dan hatinya selalu tidak puas terhadap apa yang didapat, menyebabkan tertutupnya kepekaan akan keadaan diluar dirinya. Hati yang kemudian dengan mudah untuk dihinggapi segala penyakit seperti iri, dengki, sombong (ujub), riya’ dan takabur.

Rasulullah saw bersabda, “Ada segumpal daging dalam diri manusia itu. Jika ia baik, maka baiklah seluruh keadaannya. Segumpal daging itu adalah hati” (HR Muslim)

Seseorang jika diberi kekuasaan dan harta yang cukup oleh Allah SWT, cenderung ingin melintasi hari-hari dalam kehidupannya sesuai dengan keinginannya. Tidak peduli berapa biaya yang harus dikeluarkannya, semua itu harus diraihnya demi memuaskan nafsunya. Seorang ulama pernah berkata kepada seorang hamba, “Tahukah engkau perbedaan orang miskin dengan orang kaya?” Hamba itu menjawab, “Pada hartanya.” Ulama itu melanjutkan, “Bukan! Seorang yang kaya ingin selalu menjalani hidupnya sesuai dengan keinginannya. Ia merasa mampu untuk itu. Dan bukan saja dirinya tapi ia juga berusaha untuk mengatur kehidupan orang-orang disekelilingnya apakah itu istrinya, anak-anaknya ataupun orang-orang yang bekerja padanya untuk selalu mengikuti kemauannya. Jika apa yang diinginkannya tidak tercapai, atau bisa jadi tidak sesuai dengan yang ia harapkan, ia berusaha berbohong dan menutupi keadaannya itu agar orang lain tidak tahu. Ia mengganggap dirinya dapat melakukan apa saja walaupun kenyataannya tidak demikian. Sedangkan seorang yang miskin selalu menjalani kehidupannya sesuai apa yang ia dapatkan. Ia lebih sering tidak dapat melaksanakan keinginannya karena terbatas akan apa yang ia miliki.” Hamba itu teringat akan sebuah doa yang pernah Rasulullah mohonkan kepada Rabb-nya Yang Maha Agung.

“Ya Allah, hidupkanlah aku sebagai orang miskin, wafatkanlah aku sebagai orang miskin. Dan bangkitkanlah kelak aku bersama dengan orang-orang miskin.” (HR At Tirmidzi)

Hadish ini bukanlah karena Rasulullah bercita-cita menjadi orang miskin, tapi yang Rasulullah saw minta kepada Rabb-nya adalah kemiskinan hati. Rasulullah sadar bahwa setiap hamba yang merasa cukup cenderung untuk melampaui batas. Hal ini sesuai dengan firman Allah, “Ketahuilah bahwa sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena melihat dirinya berkecukupan.” (QS Al ‘Alaq [96]:6-7)
Rasulullah saw menginginkan hatinya tetap terjaga agar selalu membutuhkan Allah ‘Azza wa Jalla.

Sikap mengakui ketidakberdayaan di hadapan Allah SWT akan membuahkan akal yang sehat dan hati yang jernih sehingga ketika mengingat Allah hati kita akan bergetar karena merasakan kekuasan-Nya atas diri kita, harta kita, dan orang-orang yang kita sayangi semuanya tunduk kepada kekuasaan-Nya. Sesungguhnya, hal yang paling indah yang dapat kita rasakan dalam kehidupan ini adalah ketika kita merasa begitu miskin dan rendah dihadapan-Nya, lalu kita bermohon akan rahmat-Nya.

Bulan Ramadhan yang sebentar lagi akan mengunjungi kita, dengan izin-Nya, adalah bulan dimana diturunkan Al Quran yang mulia. Dimana kita dibiasakan untuk membaca Al Quran dan merenungi terjemahannya. Mulailah itu dari sekarang. Sempatkanlah diri kita untuk membacanya disaat selesai mengerjakan shalat fardhu, apakah itu shubuh, dzuhur, ashar, maghrib atau isya. Sempatkanlah diri kita antara 10-15 menit untuk membacanya dan merenungi terjemahannya agar hati kita menjadi jernih kembali, keimanan kita bertambah kuat dan akal kita akan sehat kembali. Hati yang jernih dan akal yang sehat serta keimanan yang kuat akan membawa kita yakin akan kekuasaan Allah ‘Azza wa Jalla. Semua yang ada hanya tunduk pada kekuasaan-Nya. Bumi ini akan terus berputar dan dunia ini akan terus bergerak dalam genggaman-Nya, tanpa ada sekutu bagi-Nya.

Sebahagian dari kita menjalani hari-hari dibulan ramadhan dengan membaca Al Quran baik secara perorangan maupun beramai-ramai untuk menyelesaikan sebanyak 1 juz per hari tanpa mengerti akan apa yang mereka baca. Mereka enggan untuk membaca terjemahannya. Mereka hanya mengharap pahala dari apa yang mereka baca. Marilah kita ubah kebiasaan ini. Hargailah kualitas daripada kuantitas. Biasakanlah untuk membaca Al Quran dan terjemahannya agar hidayah Allah dekat kepada kita dan rahmat Allah tercurah kepada kita. Insya Allah, keyakinan akan kekuasaan Allah akan bertambah dan hal ini akan membuat hidup kita lebih mudah untuk dijalani.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: