Rahmat Allah dan Bulan Sya’ban by Mohammad Yasser Fachri. Re-posted by Iqraa. A

Anggota eDakwah yang dirahmati Allah,
Tidak terasa saat ini kita sudah berada di bulan sya’ban. Dalam beberapa riwayat, Rasulullah saw sangat mempersiapkan dirinya untuk menyongsong bulan Ramadhan dengan menjalankan ibadah puasa di sebahagian besar hari-hari dibulan Sya’ban.

Dari Aisyah rha. Dikatakan, “Aku sama sekali tidak pernah melihat Rasulullah saw menyempurnakan puasa sebulan penuh melainkan bulan Ramadhan, dan aku tidak melihat Rasulullah lebih banyak berpuasa sunnat dalam satu bulan melainkan pada bulan Sya’ban (HR Bukhari dan Muslim)

Untuk mempersiapkan diri kita menghadapi kedatangan bulan Ra madhan yang penuh rahmat dan berkah dari Allah SWT, kami dari eDakwah mengangkat sebuah tema (topik):

“Menyongsong Ramadhan yang Penuh Keutamaan”

Insya Allah, tulisan-tulisan yang akan kami kirimkan beberapa hari kedepan adalah menyangkut hal-hal yang penting kita persiapkan dalam menyongsong kedatangan bulan yang uta ma ini. Mohon untuk berbagi tulisan jika berkenan. Insya Allah topik ini akan kami akhiri seminggu sebelum memasuki bulan Ramadhan yaitu pada tanggal 22 Sya’ban 1430H (13 Agustus 2009M).

Mudah-mudahan Allah SWT memberi keberkahan kepada kita di dalam bulan sya’ban ini dan menyampaikan umur kita ke bulan Ramadhan yang penuh keutamaan.
Amin ya Rabb.

Seorang teman bertanya, “Kesalahanku begitu besar. Hal ini yang mengakibatkanku hidup dalam kesulitan dan penderitaan yang amat sangat. Segala cara telah kutempuh, tap i sepertinya perubahan itu tak kunjung datang. Aku telah bertaubat dan mendekatkan diriku kepada Allah tapi itu belum cukup untuk merubah keadaan. Aku selalu bertanya kepada diriku, apakah Allah masih murka kepada ku dan enggan mengampuniku? Apakah hal ini adalah azab bagiku atau hanya sekedar taqdir-Nya untuk seorang hamba-Nya yang dzalim sepertiku?

Hamba itu berusaha menjawabnya dengan menunjukkan sebuah ayat dari kitab yang agung. Sebuah janji dari Pencipta alam semesta kepada seorang hamba-Nya yang telah berbu at dzalim.

Allah berfirman, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Az Zumar [39]:53)

Dalam sebuah majelis pertemuan dengan sahabat-sahabatnya, Rasulullah saw menjelaskan, “Allah menjadikan rahmat itu seratus bagian. Sembilan puluh sembilan ditahan disisi-Nya untuk dibagikannya kelak di hari akhirat, sedangkan yang satu bagian diturunkan-Nya ke bumi untuk dibagi kepa da seluruh makhluk yang ada di muka bumi. Dengan rahmat yang satu bagian itu seluruh makhluk saling menyayangi sampai-sampai engkau melihat seekor induk binatang mengangkat kakinya karena khawatir anaknya terinjak olehnya.” (HR Mutafaqun Alaihi)

Rasulullah saw bersabda, “Apabila Allah menciptakan makhluk, Allah menulis di sebuah kitab, yang mana kitab itu berada disisi-Nya di atas ‘arsy yang agung. Hal ini disaksika n oleh para malaikat-Nya. Allah ‘Azza wa Jalla berkata, “Saksikan para malaikat-Ku, kutuliskan bahwa: Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku.” (HR Mutafaqun Alaihi)

Hal ini menjelaskan bahwa setiap hamba Allah yang memohon ampun kepada-Nya dengan sungguh-sungguh dan menyesali perbuatannya, maka pasti Allah akan mengampuni. K asih sayang Allah selalu mengalahkan amarah-Nya.

Rasulullah pernah menjelaskan, “Telah disampaikan kepadaku s ebuah hadish Qudsi dari Allah Yang Maha Pemberi Berkah serta Maha Luhur. Ada seorang hamba-Nya yang berdosa diantara kalian berdoa, ‘Ya Allah ampunilah dosaku!’ maka Allah Yang Maha Pemberi Berkah dan Maha Luhur berfirman, ‘Hambaku berbuat dosa kemudian ia mengetahui bahwa ia mempunyai Tuhan yang mengampuni dosa dan akan menuntut dosanya.’ Kemudian sang hamba tadi melakukan dosa lagi dan kembali berdoa, ‘Ya Tuhanku ampunila h dosaku!’ maka Allah Yang Maha Pemberi Berkah dan Maha Luhur berfirman, ‘Hambaku berbuat dosa kembali, kemudian ia mengetahui bahwa ia mempunyai Tuhan yang mengampuni dosa dan akan menuntut dosanya.’ Lalu si hamba tadi berbuat dosa lagi dan kembali memohon ampun, ‘Ya Rabb ampunilah dosaku!’ maka Allah Yang Maha Pemberi Berkah dan Maha Luhur berfirman, ‘Hambaku berbuat dosa kembali kemudian ia mengetahui bahwa ia mempunyai Tuha n yang mengampuni dosa dan akan menuntut dosanya. Aku benar-benar memberi ampunan kepada hamba-Ku. Hamba-Ku itu selalu berbuat menurut apa yang dikehendakinya.” (HR Mutafaqun Alaihi)

Rasulullah pernah bersumpah didepan para sahabat-sahabatnya, “Ketahuilah wahai sahabat-sahabatku, demi Dzat yang jiwaku berada pada genggaman-Nya, andaikan kalian tidak berdosa, Allah pasti memusnahkan kalian dan mendatangkan kaum yang lain yang berbuat dosa kemudian me reka memohon ampunan kepada Allah, maka Allah ‘Azza wa Jalla akan mengampuni dosa mereka.” (HR Muslim)

Tentang keadaan temannya yang belum juga berubah, hamba itu kemudian berkata, “Bisakah kita luput dari taqdir yang telah Allah tentukan untuk kita? Bukankah ‘setelah kesulitan itu akan ada kemudahan’ ? Allah sampai mengulangnya dua kali di QS Al Insyirah [94]:5-6. Apakah hal ini t idak cukup mengingatkan kita dan membuat kita yakin akan kekuasaan Allah pemilik alam semeta?

Malam Nisfu Sya’ban
Salah Seorang Anggota eDakwah bertanya:
Berkaitan dg bln Sya’ban, malam nishfu Sya’ban jatuh pd tgl brp Agustus, Pak?
Kalau mau melakukan puasa Nishfu Sya’ban dan shalat sunat 2 rakaatnya, dilakukan pd tgl 13, 14, atau 15 Sya’ban?
Bolehkah kalau ada kesempatan, kami mendapat artikel tentang keutamaan Nishfu Sya’ban? Tk. Was.

Jawab:
Riwayat mengenai keutamaan malam nisfu sya’ban belum pernah kami temukan dalam Kitab hadish-hadish yang shahih. Hanya pada hadish-hadish yang lemah ataupun palsu. Rasulullah saw memang mengajarkan untuk memperbanyak puasa di bulan sya’ban tapi tidak ada mengajarkan ibadah khusus dimalam nisfu sya’ban. Hal ini berdasarkan hadish:

Dari Aisyah rha. Dikatakan, “Aku sama sekali tidak pernah melihat Rasulullah saw menyempurnakan puasa sebulan penuh melainkan bulan Ramadhan, dan aku tidak melihat Rasulullah lebih banyak berpuasa sunnat dalam satu bulan melainkan pada bulan Sya’ban (HR Bukhari dan Muslim)

Juga Rasulullah membiasakan berpuasa di tanggal 13, 14, 15 setiap bulan (tiga hari dalam sebulan) tidak hanya di bulan sya’ban. Ini berdasarkan hadish:

Dari Abi Dzar ra. Rasulullah bersabda, “Hai Abi Dzar, apabila engkau berpuasa tiga hari setiap bulan, maka puasalah pada tanggal 13, 14, dan 15. (HR Nasa’i, Ahmad dan At Tirmidzi).

Dari Abi Qatadah ra. Rasulullah bersabda, “Tiga hari dari setiap bulan dan ramadhan ke ramadhan itu berarti sama dengan puasa satu tahun penuh.” (HR Ahmad, Muslim dan Abu Daud)

Jadi alangkah baiknya bagi kita di bulan sya’ban ini memperbanyak berpuasa dan terutama di tanggal 13, 14, dan 15 sya’ban yang jatuh pada tanggal 4, 5 dan 6 Agustus ini. Demikian adanya.

Wallahu ‘Alam Bissawa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: