Keinginan by Mohammad Yasser Fachri. Re-posted by Iqraa A.

Keinginan

Pernahkah kita merenung akan semua keinginan kita di dunia ini? Keinginan itu selalu bertambah selaras dengan bertambahnya kekuasaan atau harta yang kita miliki. Semakin kaya seseorang semakin banyak keinginan yang ingin diwujudkannya demi untuk menunjang statusnya sebagai ‘oran g yang berpunya’. Demikian juga dengan kekuasaan yang kita miliki, semakin berkuasa seseorang, semakin banyak keinginan yang ingin diraih agar kekuasaan dapat tetap dipegang atau lebih berkuasa lagi sehingga predikat ‘orang kuat’ dapat melekat pada dirinya.

Manusia jarang sekali memahami bahwa harta ataupun kekuasaan yang diembannya adalah amanah dari Allah SWT. Sebuah amanah yang Allah berikan sebagai ujian hidup untuk melihat sampai dimana ia berbuat. Apakah amanah itu dapat dipergunakannya dan dijalankannya dengan baik atau hanya sebagai pelampiasan hawa nafsunya dalam memenuhi semua keinginannya. Allah berfirman,

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah lading. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan disisi Allah lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS Ali Imran [3]:14)

Seharusnya amanah berupa harta termasuk juga anak-anak dan kekuasaan dapat dipergunakan sebagai sebuah bekal atau modal menuju taqwa. Harta yang dimiliki dapat dipergunakan untuk membantu orang lain yang sedang dalam kesulitan dan kesusahan ataupun menegakkan syiar agama Allah yang mulia. Demikian juga kekuasaan dapat dipergunakan sebagai alat penegak keadilan bagi manusia yang dipimpinnya agar kesejahteraan dapat tercapai.

Dari Zaid ibn Tsabit, dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah bersabda, ‘Barangsiapa menjadikan dunia ini sebagai keinginannya, maka Allah akan mencerai beraikan urusannya sehingga ia menjadi bingung dibuatnya, Allah akan menjadikan kefakiran di depan kedua matanya. Dan tidak datan g kepadanya dunia, kecuali yang telah dituliskan untuknya. Dan barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuannya, maka Allah akan menghimpunkan urusannya sehingga mudah saja semua itu dijalaninya. Allah akan memberikan kekayaan di dalam hatinya, dan akan datang kepadanya dunia karena dunia itu rendah sekali.” (HR Muslim)

Jelaslah bagi kita bahwa keinginan yang banyak terhadap dunia ini adalah sesuatu yang rendah nilainya disisi Allah. Bercerminlah pada Rasulullah saw yang selalu hidup dalam kesederhanaan (zuhud) dan merasa cukup dengan apapun yang Allah taqdirkan untuknya (Qana’ah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: